Monday, February 21, 2011

Tips Menghemat Baterai Laptop/Notebook

A. Kurangi Efek Visual

Efek visual tentu memberi sebuah kesan yang eye ctaching di mata pengguna. Efek visual tersebut bisa berupa animasi, shadow, preview, dan lain-lain. Tapi di satu sisi, efek visual itu juga turut berperan serta menghabiskan daya sedikit demi sedikit.

   1. Buka Control Panel, System.


   2. Di kolom sebelah kiri, klik Advanced System Setting.

   3. Pilih tab Advanced, dan klik Setting.

   4. Pilih opsi Custom, lalu beri centang pada dua opsi terakhir.

Atau apabila anda ingin menonaktifkan fitur Windows Aero-nya saja tanpa menonaktifkan efek visual yang lain, maka bisa anda lakukan trik ini :

   1. Di Dekstop, klik kanan, dan pilih Personalize.

   2. Pilih Windows 7 Basic.


B. Manfaatkan Windows Mobility Center

Pada dasarnya, Windows Mobility Center adalah semacam kumpulan shortcut yang terdapat di dalam satu lokasi. Windows Mobility Center sangat membantu saat anda ingin mengubah setting-an laptop secara cepat, tanpa harus membuka sana-sini. Di dalam Windows Mobility Center terdapat setting untuk volume, brightness, jaringan, baterai, dan sebagainya. Untuk membuka Windows Mobility Center, ikuti langkah berikut ini :

   1. Di kotak search, ketikan mblctr, lalu klik aplikasi yang muncul.

   2. Jendela Windows Mobility Center akan muncul, anda bisa atur sesuai kebutuhan.


C. Matikan Desktop Gadget

Di Windows Vista, dulu ada sebuah fitur bernama Windows Slidebar. Di Windows 7, fitur tersebut sudah dihilangkan. Namun tetap fungsionalitasnya masih dihadirkan dalam bentuk desktop Gadget. Secara default, desktop Gadget ini sudah dinonaktifkan. Tapi seandainya anda mengaktifkannya dan ingin sedikit menghemat baterai, maka matikan desktop Gadget itu.

   1. Klik kanan desktop Gadget yang ingin dimatikan, dan pilih Close gadget.

   2. Atau apabila ingin di-uninstal, klik kanan pada desktop, dan pilih Gadgets.

   3. Di jendela yang muncul, klik kanan salah satu Desktop Gadget, dan pilih Uninstal.


D. Matikan Service yang Tidak Perlu

Sama seperti Startup,anda juga perlu mematikan Service Windows yang tidak digunakan. Konsep dasarnya sama persis seperti startup. Buat apa menjalankan service yang tidak diperlukan. Selain memberatkan kerja Windows, juga bisa mengurangi daya baterai.


   1. Buka Control Panel > System and Security > Administrative Tools.
   2. Klik dua kali pada Services, dan pilih service yang ingin dimatikan. Salah satu contoh service   yang menghabiskan baterai adalah indexing.






      Klik dua kali pada service yang bernama Windows Search.

   3. Di Startup type, ganti jadi Disable.


E. Matikan Startup yang Tidak Perlu

Sering kali saya melihat di laptop yang baru di instal atau di laptop yang sudah siap pakai saat pembelian, banyak diisi dengan aplikasi yang fungsinya tidak jelas atau tidak dibutuhkan oleh penggunanya. Biasanya, aplikasi itu dibiarkan begitu saja tanpa diutak-atik sehingga dijalankan saat startup. Semakin banyak aplikasi yang di jalankan saat startup, maka harddisk dan perangkat lain akan bekerja ekstra, dan menghabiskan daya dari baterai. Selain itu, proses loading Windows juga akan menjadi lebih lama.

   1. Buka kotak Run, dan ketik msconfig.

   2. Pilih tab Startup, dan hapus centang pada aplikasi yang tidak diperlukan saat startup.


F. Pilih Skema Daya

Pemilihan skema daya sangat penting karena bisa sangat membantu anda dalam menghemat penggunaan baterai. Power Plan adalah kumpulan setting hardware, dan sistem yang mengendalikan pengelolaan daya listrik di laptop.

   1. Buka Control Panel, Power Option.

   2. Selanjutnya, pilih opsi Power Saver, dan klik Change plan setting.

   3. Di bagian On Battery, tentukan waktunya sesuai kebutuhan. Klik Save Change.

Tentu ada harga yang harus dibayar, apabila kita mengaktifkan opsi Power Saver. Performa dan brightness laptop anda akan menurun. Jangan khawatir, jika anda ingin performanya meningkat lagi, aktifkan opsi High Performance.


Thursday, February 3, 2011

Mengganti Gambar Background Logon pada Windows 7

Bosan dengan tampilan background logon screen windows 7? Kini, anda dapat mencoba hal baru penggunaan applikasi Windows 7 Logon Background Canger yang memberikan kemudahan proses tersebut.

Logon screen Windows 7 dapat juga di-customize layaknya seperti pada sistem operasi Windows lainnya. Windows 7 Logon Background Canger dapat melakukan perubahan pada logon screen Windows 7, tanpa mengubah file sistem, dan untuk menjalankannya tanpa perlu akses admin. Aplikasi ini menyediakan file instaler yang dikemas dalam file 718 KB, yang dapat di download disini



2. Extract file-nya.

3.Buka file Setup.exe dan instal Windows 7 Logon Background Canger.

4. Jalankan applikasi Windows 7 Logon Background Canger tersebut.

5. Klik Tombol Choose a folder.

6. Tentukan folder yang berisikan gambar pada jendela dialog Browser for folder.

7. Pilih salah satu gambar dengan mengklik gambar thumbnail yang ada, dan klik tombol Apply untuk memproses perubahan.

8. Terdapat beberapa konfigurasi yang dapat ditentukan oleh user. Untuk menampilkannya, klik tombol Setting. Dalam konfigurasi ini, user mampu melakukan Reset folder, mencegah user lain melakukan perubahan background dengan mengklik tombol Prevent other users from changing the background, serta bayang-bayang pada teks pada Logon screen.
Untuk mengetes perubahan, user dapat mencoba Logoff.


Selamat mencoba, semoga tips ini bermanfaat. Jangan lupa, tinggalkan komentarnya di bawah postingan ya.. :)




Thursday, January 27, 2011

Mengenal Tool Photoshop


Toolbox fungsinya sangat penting karena memudahkan kita. Berikut ini akan dijelaskan mengenai fungsi dari masing-masing tools yang terdapat pada toolbox Adobe Photoshop . Untuk cara penggunaan lebih detil masing-masing tools akan dijelaskan secara terpisah.




A. SELECTION TOOL
  • A.1. Marquee Tool
    Saat kita klik Marquee Tool kita bisa melihat ada 4 jenis marquee tool
    1. Rectangular Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk segi empat pada image.
    2. Elliptical Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada image.
    3. Single Row Marquee
    Digunakan untuk membuat area selection satu baris pada image (ukuran tinggi selection adalah 1 pixel)
    4. Single Column Marquee
    Digunakan untuk membuat area selection satu kolom pada image (ukuran lebar selection adalah 1 pixel).  
  • A.2. Move Too
    Shortcut keyboard: V
    Digunakan untuk menggeser/memindah selection, layers, dan guides.
  • A.3. Lasoo Tool
    (Shortcut keyboard: L, atau Shift + L untuk mengubah jenis Lasoo) Terdiri dari 3 jenis yaitu:
    1. Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection dengan bentuk bebas
    2. Polygonal Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk polygon
    3. Magnetic Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan
    tepi selection pada area tertentu pada image.
  • A.4. Magic Wand Tool
    Shortcut keyboard: W
    Digunakan untuk membuat area selection yang memiliki warna serupa.Perbedaan toleransi warna dapat diatur pada tool option bar.
B. CROP & SLICE TOOL
  • B.1. Crop Tool
    Shortcut keyboard: C
    Digunakan untuk memangkas image (memotong dan membuang area tertentu dari image)
    B.2. Slice Tool
    (Shortcut keyboard: K, atau Shift + K untuk mengubah slice)
    Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Slice Tool
    Digunakan untuk membuat potongan-potongan dari suatu image
    2. Slice Select Tool
    Digunakan untuk memilih potongan pada suatu image
C. PAINTING TOOL
  • C.1. Brush Tool
    (Shortcut keyboard: B, atau Shift + B untuk mengubah tool) Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Brush Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan goresan kuas
    2. Pencil Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan goresan pencil
  • C.2. History Brush Tool
    (Shortcut keyboard: Y, atau Shift + Y untuk mengubah jenis)
    Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. History Brush Tool
    Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari Image
    2. Art History Tool
    Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state
    history dari image, dengan model artistik tertentu
  • C.3. Gradient, Paint Bucket Tool
    (Shortcut keyboard: G, atau Shift + G)
    1. Gradient Tool
    Digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan
    perpaduan banyak warna.
    2. Paint Bucket Tool
    Digunakan untuk mengecat area yang dipilih dengan warna foreground
    atau pola tertentu.
  D. RETOUCHING TOOL
  • D.1. Patch/Healing Brush Tool
    (Shortcut keyboard: J, atau Shift + J mengubah tool)
    1. Patch Tool
    Digunakan untuk mengecat/melukis pada area tertentu image dengan pola (pattern) atau sample tertentu. Cocok untuk memberbaiki image yang rusak.
    2. Healing Brush Tool
    Digunakan untuk mengecat/melukis image dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak rusak.

  • D.2. Stamp Tool
    (Shortcut keyboard: S, atau Shift + S untuk mengubah tool) terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Clone Stamp Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan sample image tertentu
    2. Pattern Stamp Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu
·    
  • D.3. Eraser Tool
    (Shortcut keyboard: E, atau Shift + E untuk mengubah jenis eraser)
    Terdiri dari 3 jenis yaitu:
    1. Eraser
    Digunakan untuk menghapus pixel image dan mengembalikannya ke state tertentu.
    2. Background Eraser
    Digunakan untuk menghapus area tertentu image menjadi transparan.
    3. Magic Eraser
    Digunakan untuk menghapus area tertentu image yang memiliki warna yang serupa menjadi transparan dengan satu kali klik.

  • D.4. Sharpen, Blur, Smudge Tool
    (Shortcut keyboard: R, atau Shift + R)
    1. Sharpen Tool
    Digunakan untuk menajamkan area tertentu pada image.
    2. Blur Tool
    Digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu pada image.
    3. Smudge Tool
    Digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu pada image

  • D.5. Dodge, Burn, Sponge Tool
    (Shortcut keyboard: O, atau Shift + O)
    1. Dodge Tool
    Digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada image
    2. Burn Tool
    Digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada image
    3. Sponge Tool
    Digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada image.
E. DRAWING AND TYPE TOOL
  1. E.1. Selection Tool
    (Shortcut keyboard: A, atau Shift + A untuk mengubah jenis) Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Path Selection Tool
    Digunakan untuk melakukan selection path
    2. Direct Selection Tool
    Digunakan untuk mengubah anchor dan direction point dari path.
    E.2. Type Tool
    (Shortcut keyboard: T, atau Shift + T untuk mengubah jenis) Terdiri dari 4 jenis yaitu:
    1. Horizontal Type Tool
    Digunakan untuk membuat tulisan secara horizontal
    2. Vertical Type Tool
    Digunakan untuk membuat tulisan secara vertikal
    3. Horizontal Type Mask Tool
    Digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara horizontal
    4. Vertical Type Mask Tool
    Digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara vertikal
  2. E.3. Pen Tool
    1. Pen Tool
    (Shortcut keyboard: P, atau Shift + P)
    Digunakan untuk membuat path dengan lengkung-lengkung yang halus
    2. Freeform Pen Tool
    (Shortcut keyboard: P, atau Shift + P)
    Digunakan untuk membuat path berbentuk bebas (sesuka kita )
    3. Add Anchor Point Tool
    Digunakan untuk menambah anchor point atau titik editor pada path
    4. Delete Anchor Point Tool
    Digunakan untuk menghapus anchor point tertentu pada path
  • E.4. Shape Tool
    (Shortcut keyboard: U, atau Shift + U untuk mengubah jenis)
    1. Rectangle Tool
    Digunakan untuk menggambar bentuk segi empat
    2. Rounded Rectangle Tool
    Digunakan untuk menggambar segi empat melengkung
    3. Ellipse Tool
    Digunakan untuk menggambar ellipse
    4. Polygon Tool
    Digunakan untuk menggambar polygon
    5. Line Tool
    Digunakan untuk menggambar garis lurus
    6. Custom Shape Tool
    Digunakan untuk menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang ada
F. ANNOTATION, MEASURING & NAVIGATION TOOL
  • F.1. Notes Tool
    (Shortcut keyboard: N, atau Shift + N untuk mengubah jenis)
    1. Notes Tool
    Digunakan untuk membuat catatan pada image seperti copyright.
    2. Audio AnnotationTool
    Digunakan untuk membuat suara/audio pada image
  • F.2. Eyedropper, Measure Tool
    (Shortcut keyboard: I, atau Shift + I)
    1. Eyedropper Tool
    Digunakan untuk mengambil sample warna pada image untuk warna
    foreground
    2. Color Sampler Tool
    Digunakan untuk mengambil berbagai sample warna pada image
    3. Measure Tool
    Digunakan untuk mengukur jarak atau sudut pada image
  • F.3. Hand Tool
    Shortcut keyboard: H
    Digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang image di dalam window view area.
  • F.4. Zoom Tool
    Shortcut keyboard: Z
    Digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan image.
  • F.5. Background and foreground color
    Supaya default tekan tombol D maka warna foreground dan background menjadi putih dan hitam. Untuk menukar warna background dan foreground tekan tombol X.
  • F.6. Normal and Quickmask Mode
    Normal Mode : Semua fungsi seperti brush akan berjalan seperti biasanya. Quickmask Mode : fungsi brush bisa dipakai untuk seleksi cuman jika setelah proses quickmask maka yang diseleksi malah dibagian luar nya.
  • F.7. Screen Mode
    Untuk melihat tampilan area kerja windows.

Menu


1. File
Berkaitan dengan file seperti menyimpan, membuka, export, import, dan cetak.
2. Edit
Menu editing secara umum seperti cut, copy, paste, transform image, serta untuk mengatur preferences Adobe Photoshop.
3. Image
Berisi editing image untuk mengatur warna, hue/saturation, brightness/contrast, ukuran.
4. Layer
Berkaitan dengan manajemen layer pada image, seperti menambah layer, menghapus, menambah efek pada layer, serta masking.
5. Select
Berkaitan dengan selection image.

6. Filter
Berhubungan dengan pada Photoshop yang dapat digunakan untuk memberi Efek tertentu pada image.
7. View
Digunakan untuk pengaturan view seperti zooming image, menampilkan skala, dan sebagainya.
8. Window
Digunakan untuk mengatur / menampilkan window
9. Help
Untuk menampilkan help dan tutorial Adobe Photoshop.

  
Tool Option Bar


Hampir semua tool pada Toolbox memiliki options, yang ditampilkan pada Tool Option bar. Options tersebut digunakan untuk mengatur nilai parameter atauoption dari tool yang sedang aktif/dipilih. Sebagai contoh :




Foto Terbakar


Buka foto yang akan di edit.

Duplikat layer dengan menekan CTRL + J



Buat Background menjadi putih dengan menekan tombol CTRL+ Backspace di keyboard. ( settingan Background color musti putih )


Klik 2x layer hasil duplikat tadi atau klik kanan > Blending Option
Kita setting Inner glow nya.



Klik Windows > Brushes .. Kita setting brush nya juga



Hapus bagian foto yang kira-kira gak kepake.. silahkan berkreasi sendiri aja ya..

Hasil terakhirnya.

Sunday, January 23, 2011

Foto kartun

Sekarang kita akan membuat Foto kartun, sebenarnya efek ini tidak terlalu susah. Asalkan kita teliti dan sabar dalam pembuatannya, pasti hasilnya akan memuaskan.


Langsung saja, buka foto yang akan di edit lalu tekan Ctrl + J untuk menduplikatnya.

Seleksi objeknya menggunakan Pen Tool.


Perbaiki jika ada yang kurang pas dengan Direct Selection Tool.



Kalau sudah, Klik kanan pada gambar > Make selection.





Klik Select > Inverse lalu tekan Delete
Untuk menghilangkan Backgroundnya.



Duplikasi lagi layer Background dengan menekan Ctrl + J di layer Background
Kemudian pindahkan layer hasil copy ke paling atas, klik layer Background lagi, tekan Ctrl + Backspace.
Catatan : Sebelumnya setting foreground dan background color jadi default. yaitu hitam putih, atau tekan tombol D.

Layer Background menjadi putih.






Duplikatkan Layer 1 atau layer foto yang sudah tidak ada backgroundnya, kemudian setting Brightness Contrasnya.





Sekarang Klik Filter > Sketch > Stamp.



Kalian juga bisa setting angkanya sendiri, supaya hasilnya lebih pas.



Duplikat lagi layer yang sudah pakai efek Stamp lalu klik Ctrl + Klik di layernya. Sekarang tekan Ctrl + Backspace untuk menjadikannya berwarna putih.


Tukar posisi Layer 1 copy 2 dengan Layer 1 copy.

Layer 1 copy 2 masih dalam keadaan terseleksi.




Klik Create New Fill di layer palette > Solid Color.

Double klik di warna layer/Color fill kemudian ubah warnanya menjadi warna kulit.



Klik layer Outline, kemudian ubah layer efek nya menjadi Multiply.


Sekarang kita buat Highlight agar terlihat lebih real.

Ubah posisi  Layer 1 menjadi di atas.


Klik Filter > Blur > Gaussian Blur


Klik Filter > Artistic > Cutout


Ubah layer efeknya menjadi Multiply dan opacity menjadi 50%.


Hasil sementara :


Kita bersihkan bintik-bintiknya dengan menggunakan Eraser Tool.


Warnai mata dan bibirnya.
Buat layer baru di atas layer warna atau dibawah layer outline.
Gunakan Brush Tool untuk mewarnai, berikan warna putih pada mata.


Masih dengan cara yang sama, warnai bibir dengan warna merah muda.




Hasil akhirnya :